Beberapa Berita Populer Agustus 2015


Selama tahun 2015 lalu, banyak sekali berita yang mencuat secara Nasional, dan beberapa diantaranya masuk jajaran Berita Populer Agustus 2015 yang dirangkum oleh Tanda Seru. Silahkan simak ulasan berikut ini untuk mengetahuinya.

-          Pengalaman Joko, Peserta BPJS di RS Kariadi Semarang

Joko, pria berusia 28 tahun (bukan nama asli), telah mengalami kecelakaan tunggal akibat jatuh dari sepeda motornya. Akibat dari kecelakaan tersebut, bahu kanan Joko mengalami dislokasi (pergeseran tulang), dan dia pun dilarikan ke UGD (Unit Gawat Darurat) RSUP Dr. Kariadi.



Selama masa perawatan di UGD tersebut, joko yang merupakan peserta BPJS kesehatan merasa kurang dihargai, karena dirinya tidak mendapatkan ruangan untuk rawat inap, dan terpaksa menginap di ruang UGD tersebut.

Tidak sampai disitu saja,  fasilitas yang didapatkan Joko juga sangat minim, bahkan bantal untuk mengganjal kepala, dan selimut untuk menghalangi rasa dingin masuk ke tubuh pun tidak ia dapatkan.

Berlanjut hasil rontgen menunjukkan bahwa Joko harus mengalami operasi pada waktu subuh, namun karena terlalu pagi akhirnya diundur hingga pukul 07.00. Namun miris sekali ketika waktu menunjukkan pukul 07.00, justru dokter yang rencananya akan menanganinya memilih untuk melakukan operasi terhadap pasien lain yang disinyalir lebih parah. Akhirnya, joko pun harus menahan rasa sakit dibahu kanannya hingga sore hari. Setelah operasi dilaksanakan pada sore hari, Joko memutuskan untuk pindah ke rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

Ia pun turut menyayangkan bahwa RS Dr. Kariadi harus memperbaiki sistem opersaionalnya, agar kejadian mengecewakan seperti yang dialaminya tidak terulang kembali.

-          Keluarga Pebisnis Anthurium Hancur

Trend batu Anthurium memang sempat mencuat dan ngetrend selama tahun 2015 silam. Namun nasib naas menimpa Iriyanti, yang mengalami kebangkrutan akibat jatuhnya nilai jual Anthurium.Bahkan, beberapa keluarga teman-teman sebisnisnya hancur karena cekcok yang terjadi setelah bisnisnya hancur.

Hidupnya yang bergelimangan harta langsung anjlok drastis mulai dari Nol lagi menjadi Tukang Jamu. Namun, Iryanti tetap tegar dan mempertahankan keluarga kecilnya dengan prinsip bahwa uang bisa dicari, tapi keluarga tidak ada duanya.